episode: ....... a poetry of LIFE Motigo Webstats - Free web site statistics Personal homepage website counter' /

ReviewReviewReviewReviewDUNIA PARARELApr 27, '07 2:35 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Romance
Author:Micki Mahendra
"Dan di dunia yang lain itu juga ada Vian dan Medi," kata Medi sambil mendekap tangan Vian dengan erat di meja. Ia mengangkatnya sehingga tangan Vian dan tangannya menggenggam di depan wajah mereka.

"Tapi ceritanya beda. Di sana kita benar-benar bersama..."

"Jauh dari sini?" tanya Vian.

"Jauh, kita tinggal di pinggir pantai, pasirnya putih, lautnya biru, gak ada apa-apa di sana, kecuali kamu."

"Dan, pada hari baik kadang-kadang kita melihat bintang seperti ditaruh satu per satu untuk kita," kata Vian.

"Di tempat itu matahari dan bulan bergantian menemani kita sampai akhirnya mereka mengenal nama kita."

"Apa kerja kita di sana?"

"Aku tetap menulis, dan kamu tetap membuat film dari buku yang aku tulis bersamamu."

"Apa ceritanya, Med?"

"Apa aja, tentang dua orang yang menemukan cintanya di sebuah airport, misalnya?"

"Happy ending?"

"Selalu"

Vian tersenyum, mata tak pernah putus dari pandangan Medi.

"Adakah tempat itu, Med?"

"Ada, Vi, kamu cuma harus percaya kalau itu ada."

"Gimana akhirnya Vian dan Medi di dunia sana?" tanya Vian lagi.

"Mereka terus membuat puluhan buku dan film tentang dunia ini, tentang dua orang tadi, sampai akhirnya mereka meninggal tua bersama bulan dan matahari yang mengiringi kepergian mereka."



Mereka saling mencintai di waktu dan tempat yang keliru. Tetapi ada dunia lain, ada waktu dan tempat lain, yang membereskan segala yang keliru.
---

Rangkaian kalimat di atas saya cuplik dari buku berjudul Dunia Pararel. Buku karangan Micki Mahendra ini sebenarnya terbitan tahun 2006 dan sudah tuntas saya baca di tahun yang sama. Tapi cerita uniknya membuat saya tak pernah lupa akan buku ini.

Tokoh utama perempuannya bernama Vian seorang filmmaker yang secara kebetulan berkenalan dengan Medi yang berprofesi sebagai penulis di bandara. Meski tujuan mereka berbeda, namun perjumpaan singkat di ruang tunggu bandara itu seperti sebuah serendipity. Terlalu banyak pertemuan kebetulan yang terjadi.

Dan kebetulan paling besar yang harus dihadapi mereka berdua adalah dipertemukan di sebuah pekerjaan besar, membuat sebuah film. Vian jadi sutradaranya dan Medi kemudian menjadi scriptwriter yang akan membantunya. kebetulan yang kali ini, membawa mereka kemudian menjalin kisah yang cuma bisa dipahami Vian dan Medi...kisah tanpa suara, namun sesungguhnya mengukir beribu rasa indah.

Rumit dan melelahkan...bukan hanya karena harus memendam rasa. Namun, sebuah kenyataan harus mereka terima..mereka bertemu di kebetulan yang keliru..sebuah kenyataan yang menulis bahwa Medi akan menikah dengan tunangannya di Belanda dan Vian sudah punya Gathan dan Vito, anak mereka yang berumur satu setengah tahun..

Kenyataan boleh menulis banyak hal...tapi yang Vian dan Medi punya hanyalah satu: Dunia Pararel

yainal wrote on Apr 27, '07
thanks for sharing...
terlalu banyak memang "kebetulan"... yang terkadang tidak bisa dicerna dengan akal...
dan seperti kata sang Pelangi, terkadang ada pertanyaan yang tidak perlu di jawab..
bukankah begitu?
lifevolution wrote on Apr 27, '07
sama-sama mas...
dan sepakat dengan Sang Pelangi...
semoga "kebetulan" bisa menuntunmu untuk menemukan dunia pararel-mu....
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help