nama lengkapnya Pande Wayan Suteja Neka, lebih dikenal dengan Suteja Neka. Impiannya adalah mendokumentasikan dan menjadi "pelindung" bagi karya-karya seniman bali maupun seni-seni yang mencirikan bali. untuk mimpinya ini Neka, mengakhiri karirnya sebagai guru dan mulai mewujudkan mimpi dengan membangun sebuah muara kecil yang memamerkan karya-karya ayahnya yang juga seniman dan seniman bali lainnya.
di tahun 1976, Suteja Neka mulai merintis berdirinya museum Neka yang menyimpan berbagai karya seniman Bali untuk dipamerkan. Pelan dan pasti, dukungan terus didapatkan hingga kini, museum itu menempati area seluas 9150m2 dengan enam bangunan pendukung. dan menjadi rumah bagi ratusan lukisan yang berkisah tentang bali dan juga dari para seniman-seniman terbesar yang dimiliki oleh bali.
atas inisiatifnya ini, Suteja Neka menerima penghargaan Dharma Kusuma dari gubernur bali di tahun 1992, Piagam Hadiah Seni di tahun 1993 dari pemerintahan RI, Adikarya Pariwisata dan Wija Kusuma Art Award di tahun 1997. pada tahun yang sama PATA juga menganugerahinya heritage award.
note:
foto (7), (11) dan (13) taken by
brecs