
mungkin tak banyak yang kenal dengan
susanna tamaro. perempuan ini adalah salah satu novelis berbakat yang dimiliki oleh italia. sebuah karyanya baru saja menambah daftar koleksi buku saya. sebuah novel berjudul "pergilah kemana hati membawamu". berisi memoar perjalanan perempuan tua yang bercerita tentang hidup pada cucu semata wayangnya. bahasanya naratif, ringan namun banyak mencuplik filsafat kehidupan. novel ini diterbitkan tahun 1994, telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan merupakan novel paling laris dari semua karya susanna tamaro.
meski baru saja membaca karyanya, ada beberapa hentakan yang saya rasa dalam buku satu itu. susanna tamaro seperti sedang membentangkan lipatan jiwa saya sendiri. suara-suara dalam buku itu seperti menggemakan melodi yang saya dengar dari jiwa saya sendiri. kegelisahan yang ditulisnya seperti merangkum renik-renik yang terburai dari atom-atom tubuh saya. ini memang buku fiksi, tapi saya percaya pada setiap rangkaian katanya ada napas sang penulis tertinggal di situ.
saya yang kadang merasa adalah sebuah entitas anomali dalam putaran dunia ini, kemudian menjadi tak lagi terasing. bahwa di sana, di belahan yang lain, ada juga kegelisahan yang sama, meskipun dirajut dalam peristiwa yang jauh berbeda.
sebuah dentuman cukup berdedam dalam hati ketika membaca sebuah paragraf di halaman 176. susanna tamaro menulis tentang sirius, sebuah bintang yang paling terang dilihat dari bumi. saya terhenyak, tulisan dalam paragraf itu mirip dengan paragraf yang saya buat untuk cerita pendek saya beberapa bulan lalu. saya tak pernah membaca buku ini sebelum cerita pendek itu dibuat, jadi saya berani bilang bahwa ini bukan plagiat. kesamaan itu membuat saya terus berpikir, apa yang ada dalam benak susanna tamaro saat menuliskannya?
inilah paragraf itu...
susanna tamaro dalam pergilah kemana hati membawamu:
"
setiap malam, tepat pukul 11, dimana pun aku berada dan dan dalam keadaan apapun, aku akan pergi ke luar mencari sirio (sirius) di langit. kau juga melakukan hal yang sama, dan dengan demikian, meskipun kita berjauhan, meskipun kita tidak bertemu lagi untuk waktu yang sangat lama, dan tidak tahu apa yang terjadi pada satu sama lain, pikiran kita akan bertemu di atas sana dan setidaknya kita tetap berdekatan."paragraf yang saya buat:
"jika suatu saat kau ingat aku. dimanapun kau dan aku berada, pilih bintang yang paling terang di lembaran langit hitam sana (merujuk ke sirius). bintang yang sama juga menaungiku, meskipun kita di putaran waktu yang berbeda. dan kita akan selalu berdekatan."mungkin ini memang wajar, sama seperti beberapa lagu yang diciptakan memiliki melodi yang mirip, namun bukan sebuah plagiat. tapi perkenalan dengan susanna tamaro membuat saya ingin menelusuri lagi karya-karyanya yang lain.
note:gambar diambil dari sini